Kolaborasi Dahsyat PBSI dan KMSI Gelar Diskusi Online “Dunia Teater di Tengah Pandemi"

Keterangan Sumber Foto: 
Tim Humas FBS

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, banyak kegiatan yang harus dilaksanakan secara virtual. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA PBSI) dan Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta juga mulai mengubah kegiatan secara virtual dalam kolaborasi acara "Temu Wicara" (11/07) yakni kegiatan diskusi virtual yang mengangkat tema "Dunia Teater di Tengah Pandemi".

 

M. Rasyid Ridlo, S.S., M. Pd selaku dosen sekaligus pemantik dalam acara tersebut menjelaskan bahwa teater merupakan media berkatarsis ria, tempat untuk menyucikan jiwa.  Proses berteater tidak hanya berfokus pada pementasan saja, melainkan pada proses latihan teater. Bentuk teater juga sudah mulai berubah dari masa ke masa, dengan mencampurkan berbagai unsur teknologi, sehingga tidak berpaku pada pertunjukan langsung. "Yang hilang hanya touching, atau sentuhan langsung yang dirasakan oleh penonton," ujar Ridlo.

 

Tidak main-main, kegiatan yang juga menghadirkan Febrinawan Prestianto sebagai pegiat teater ini, ternyata mendapatkan antusias yang luar biasa dari mahasiswa dan kalangan umum yang juga menggeluti bidang teater. “Di masa pandemi ini, kita seharusnya memikirkan alternatif lain atau membuka ruang diskusi. Simpan tenaga, agar setelah pandemi berakhir, bisa kembali berkarya” ujarnya.

 

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dilaksanakan dalam dua sesi dan selanjutnya diadakan diskusi antar peserta. Beberapa pertanyaan diajukan oleh para peserta diskusi secara bergiliran hingga kegiatan selesai sekitar pukul 22.00 WIB.

 

"Diskusi ini sangat hangat bagi tokoh pegiat seni, khususnya dalam bidang teater yang ada di lingkungan kampus. Semoga ke depannya akan ada acara kolaborasi hangat lainnya," ujar salah seorang peserta.