SELENGGARAKAN DISKUSI BERBAHASA INGGRIS, DOSEN JPBSI FBS ANTUSIAS

JPBSI–KARANGMALANG Pada Jumat (13/1/2017) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNY menggelar diskusi berbahasa Inggris. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh dosen JPBSI FBS UNY. Pada kesempatan tersebut Dr. Nurhadi dan Dr. Tadkiroatun Musfirah tampil sebagai pembica. “Diskusi ini merupakan rangkaian agenda ilmiah di jurusan sejak Desember 2016,” ungkap Dr. Wiyatmi, selaku ketua jurusan PBSI FBS UNY.

Dalam pemaparannya Dr. Nurhadi menyampaikan makalah berjudul “The Constellation of Indonesian Theatre Groups during the Period of 2011-2015”. Doktor yang mengampu matakuliah drama tersebut menyoroti perkembangan dan dinamika grup teater di Indonesia. Perkembangan grup teater di Indonesia, menurutnya, berpusat di tiga kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Sementara itu, Dr. Tadzkiroatun Musfiroh menampilkan makalah berjudul “Phenomenon of ‘Gado-Gado’ Language of the Bilingual Childrens’s Utterances in Yogyakarta” yang merupakan hasil penelitiannya terhadap ujaran bilingual anak-anak di Yogyakarta.  

Diskusi berlangsung sangat antusias, akrab dan santai. “Kami bersyukur sekaligus berterima kasih, teman-teman dosen merespon program ini dengan antusias. Ini luar biasa,” tambah Wiyatmi di akhir acara diskusi. Menurutnya, tradisi akademik seperti ini harus dipertahankan. “Akhirnya, kita dapat melihat sebuah tema kajian dari banyak perspektif dan bidang keilmuan,” ungkap ibu dua orang anak tersebut.

Pada akhir Desember 2016, diskusi serupa juga digelar di jurusan PBSI FBS UNY. Saat itu diskusi menampilkan Dr. Kastam Syamsi  yang menyampaikan makalah berjudul “Approaching in Teaching Writing.” Sejumlah pendekatan dalam pengajaran menulis dibahas. Makalah tersebut merupakan ringkasan atas disertasinya dengan fokus pembahasan mengenai pembelajaran menulis. Setelah itu, diskusi menampilkan Dr. Suroso sebagai pembicara. Doktor di bidang sastra tersebut menyampaikan materi bertajuk “Multiculturalism and Javanese Ways of Behaving as Reflected in Umar Kayam’s Work of Fiction.” Karya-karya Umar Kayam, baik novel maupun cerpen, dikaji dari perspektif Multikulturalisme. []