Yudisium Periode Maret 2017

FBS-Karangmalang. Sebanyak 65 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNY telah mengikuti upacara yudisium periode Maret 2017 (30/03). Dengan diadakanya upacara yudisium ini mahasiswa tersebut dinyatakan resmi sebagai sarjana pendidikan dan sarjana sastra dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pada periode Maret 2017 ini, Budianing Dwi Nur Agus Tiana dari Prodi Pendidikan Seni Tari angkatan 2013 menjadi lulusan tercepat dengan masa studi 3,07 tahun, TA 3 bulan dan cumlaude dengan IPK 3,80. Empat belas orang lulusan lainnya juga mendapat predikat cumlaude antara lain :

No.

Nama Mahasiswa

IPK

Program Studi

  1.  

Budianing Dwi Nur Agus Tiana

3.80

Pendidikan Seni Tari

  1.  

Muharam. BM

3.78

Pendidikan Seni Tari

  1.  

Galuh Purwandhani

3.74

Pendidikan Bahasa Jawa

  1.  

Herina Nirmala

3.67

Pendidikan Bahasa Inggris

  1.  

Kardianto

3.64

Pendidikan Kriya

  1.  

Nur Baeti

3.63

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  1.  

Defi Aprilia Handayani

3.62

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  1.  

Nuri Handiyani

3.59

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  1.  

Dyah Kumalasari

3.59

Pendidikan Seni Tari

  1.  

Mareta Afifah Eka Putri

3.59

Sastra Indonesia

  1.  

Faradina Kusuma Dewi

3.57

Pendidikan Bahasa Inggris

  1.  

Agustin Mustikawati

3.57

Pendidikan Musik

  1.  

Nita Yuniati

3.55

Pendidikan Bahasa Jawa

  1.  

Dita Pramita Dewi

3.51

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  1.  

Endri Gushartadi

3.51

Pendidikan Bahasa Jawa

Pada yudisium kali ini Dr. Widyastuti Purbani, M.A. menyampaikan bahwa kita masih memiliki PR (pekerjaan rumah) yang besar yaitu bagaimana mengubah value bangsa agar lebih bermanfaat dan tidak disia-siakan oleh bangsa lain. Lulusan dituntut untuk menjadi solusi bagaimana kita dapat memberi nilai tambah pada sumber daya alami yang ada di Indonesia. Serta tak lupa meskipun telah lulus dari Fakultas Bahasa dan Seni UNY tapi para lulusan tetap harus memberikan kontribusi kepada FBS UNY untuk berkembang lebih maju. Diakhir pidato, beliau menyampaikan “Meskipun memiliki kemampuan akademik yang tinggi, tapi kita tetap harus rendah hati dan memiliki jiwa kemanusiaan, empati tetapi tetap profesional.”[HumasFBS]